Ir. Agus Ambo Djiwa; Memimpin dengan SMART

 

Sebuah pencapaian adalah hasil sebuah proses
kerja keras, keuletan, dan komitmen diri yang kuat.
***
Pasangkayu, 2010-2015

DHE_0526 (640x427)

Photo By Dewi Nurcahyani

Agus Ambo Djiwa adalah sosok yang berdedikasi tinggi dalam mengemban tugasnya sebagai kepala daerah. Ia hadir dengan ketulusan. Tidak pura-pura dan tidak neko-neko. Ia konsisten dengan pilihan sikap dan visinya. Visi bukan janji-janji politik belaka. Ia melaksanakan visi-misinya dalam program-program yang konkret, sehingga dalam waktu yang relatif singkat, pembangunan di Mamuju Utara melesat cepat ketimbang kabupaten lain yang dimekarkan pada tahun 2003 di Provinsi Sulawesi Barat.

Selama sepuluh tahun berjalan, wajah Kabupaten Mamuju Utara memang berubah 90 persen. Sejumlah fasilitas pemerintah maupun sosial, fasilitias keagamaan, dan fasilitas pengembangan ekonomi masyarakat telah dibangun di sana.

Melihat perkembangan itu, Agus tentu mulai bisa bernapas lega. Kebijakan dan programnya bisa membawa perubahan yang lebih baik pada masyarakatnya. Namun, Agus mengevaluasi diri sendiri bahwa kemajuan di Mamuju Utara belum terwujud seratus persen. Agus sadar bahwa untuk menuju masyarakat SMART ( Sejahtera, Mandiri, dan Bermartabat) Pemerintah Daerah Mamuju Utara masih harus terus berjuang keras. Sebab ada banyak yang masih harus dikejar, terutama pembangunan sumber daya manusianya.

Bagi Agus, membangun infrastruktur itu mudah. Yang sulit adalah membangun pola pikir dan kesadaran masyarakatnya. Apalagi ke depan, Agus ingin menjadikan Mamuju Utara sebagai daerah industri berbasis kerakyatan. Maka, pendidikan dan keterbukaan akses informasi adalah hal pertama yang harus dimiliki masyarakat. Agus sangat yakin masyarakat SMART Mamuju Utara akan tercapai sepenuhnya pada tahun 2030, jika pemimpin berikutnya meneruskan visi besarnya itu.

Meski Agus merasa belum mewujudkan kesejahteraan dan kemandirian seutuhnya, namun di mata masyarakat, ia adalah pemimpin yang cukup sukses membangun daerahnya. Dialah yang membangun Mamuju Utara dari titik nol. Dari hamparan hutan kini menjadi sebuah kota yang bermagnet bagi siapa pun. Barangkali penilaian masyarakat kepada Agus Ambo Djiwa selama menjadi kepala daerah itu bukan sekadar pujian. Cermin yang paling tepat untuk menilai keberhasilannya adalah melalui pembanguan dan keadaan jalan, pergerakan ekonomi daerah, kualitas pendidikan, dan kesejahteraan masyarakatnya yang meningkat pesat.

Keseriusan dan ketulusan Agus itu bukan karena kebetulan ia seorang kepala daerah. Bukan. Tetapi karena ia benar-benar mencintai tanah kelahirannya itu, tempat ribuan kenangannya tersimpan, melekat bagai ruh dalam dirinya. Ia mencintai tanah kelahirannya seperti sungai yang mengalir. Di mata masyarakatnya, Agus Ambo Djiwa adalah tipe pemimpin yang mau mendengar berbagai keluhan masyarakat dan setia melayani segala kebutuhan mereka.

Agus selalu bersedia menerima siapa pun yang ingin bertemu dengannya. Di mana pun berada, ia selalu membuka diri. Tak hanya di kantor, tapi juga di rumahnya. Rumahnya selalu terbuka bagi siapa pun warga yang ingin menemuinya, kapan pun. Setiap hari ia selalu bersama rakyatnya, mulai jam tujuh pagi hingga tengah malam, bahkan dini hari.

DHE_8322 (640x427)

Photo by Dewi Nurcahyani

Ketika melihat masyarakatnya mengalami kesulitan, ia tak tanggung-tanggung memberikan bantuan secara moril maupun materil. Jika di tengah perjalanan ia melihat warganya dalam masalah, ia pasti menghentikan mobilnya, lalu turun untuk menemui dan memberikan bantuan kepada mereka. Rasa kasih Agus Ambo Djiwa kepada warganya sangat besar. Ia mencintai mereka seperti anak-anaknya sendiri. Ia tidak pernah mengambil jarak sedikit pun dengan rakyatnya. Ia selalu ada untuk rakyat dan rela berkorban untuk mereka.

Ia pun tak segan-segan meminta masukan atau kritik dari rekan-rekan dan bawahannya. Ia merangkul siapa saja, baik yang mencintai atau membencinya secara politik. Sosoknya tak hanya dikenal sebagai pemimpin yang berhasil membangun daerahnya dan menyemai tunas generasi masa depan, tapi juga sebagai seorang pemimpin yang selalu mengayomi rakyatnya. Ia adalah godfather Mamuju Utara, memimpin Mamuju Utara dengan mata hati dan melayani rakyatnya dengan nurani.

Tak hanya melekat di hati rakyatnya, nama Agus Ambo Djiwa juga melekat di hati teman-teman seperjuangan di Partai PDI Perjuangan. Meski Agus tergolong pendiam, tetapi ia pemberani. Berani berkata jujur dengan caranya yang tidak membuat orang-orang yang bersangkutan tersingung. Bagi Agus, kenyataan adalah sebuah kebenaran yang harus diterima oleh siapa pun.

Seperti pada Pilpres 2014. Sebagian besar rakyat Indonesia menginginkan Joko Widodo maju sebagai calon presiden. Para politikus Partai PDIP membaca fenomena itu. Namun, saat itu—di internal Partai PDI Perjuangan—belum ada yang berani mengusulkan Jokowi sebagai calon presiden dari partai mereka secara formal. Waktu itu suara PDIP terbelah. Ada yang mengusulkan Megawati, Puan Maharani, dan Jokowi.

Dan, Agus Ambo Djiwa adalah salah satu orang yang pertama kali berani menyuarakan Joko Widodo sebagai calon presiden dari PDIP di sidang Dewan Pimpinan Pusat Partai PDIP. Aksi Agus Ambo Djiwa tentu membawa magnet pada media-media yang langsung menyerbunya meminta informasi, mengingat internal PDIP belum memberikan penjelasan formal kepada masyarakat ihwal calon presiden yang diusung partai itu. Megawati langsung memanggil Agus Ambo Jiwa.

Keberanian Agus menyampaikan suaranya itu karena ia meyakini bahwa pemimpin itu tidak bisa diciptakan, tetapi dilahirkan oleh zaman atau masanya. Dan Jokowi adalah pemimpin yang dilahirkan oleh zaman, ketika rakyat Indonesia tengah merindukan sosok pemimpin yang sederhana, yang selalu ada dan dekat dengan mereka. Dan setiap pemimpin yang dilahirkan oleh zamannya, pasti memiliki ide-ide yang cemerlang, yang menurut Agus harus diteruskan jika memang sesuai kebutuhan masyarakat dan kondisi sebuah daerah.

Maka, tak mengherankan, di masa kepemimpinan Agus dan Saal, jika ditelaah lebih jauh, nyaris semua program mereka terinspirasi para pemimpin tanah air, seperti Program Gerakan Membangun Desa Sejahtera, Mandiri, dan Bermartabat (GEMA D’SMART) yang merupakan inplementasi gagasan 7 pemimpin bangsa Indonesia. Dari Bung Karno, Agus Ambo Djiwa belajar bahwa tidak ada ide atau konsep yang tumbuh dan berkembang tanpa berakar dan bersentuhan dengan realitas kehidupan rakyat.

Maka, pencanangan GEMA D SMART sesungguhnya jawaban dari keresahaan Agus melihat realitas masyarakatnya. Dengan gerakan ini, Agus ingin meningkatkan pelayanan bagi masyarakat perdesaan melalui percepatan pembangunan di desa-desa, mendorong dan membangun kemandirian desa sebagai pilar utama penggerak perekonomian, dan menguatkan kapasitas kelembagaan pemerintah, serta meningkatkan partisipasi masyarakat desa.

Mengapa Agus memulai pembangunan dari desa? Agus mempelajari bahwa 4 dari 6 mantan presiden Indonesia, Soeharto, B.J. Habibie, Abdurrahman Wahid, dan Megawati menekankan pembangunan desa.

Apalagi desa-desa di Mamuju Utara selama ini masih identik dengan kemiskinan dan keterbelakangan. Desa SMART di Mamuju Utara merupakan wujud kepedulian Agus Ambo Djiwa terhadap wong cilik. Agus ingin membangun kemandirian masyarakatnya dengan mengoptimalkan sektor pertanian dan perkebunan sebagai “primer mover” yang ia wujudkan dalam program-program Desa SMART. Ketulusan hati dan keseriusan Agus untuk menyejahterakan rakyatnya bukan hanya slogan atau wacana. Ia telah membuktikan komitmen itu dengan keberhasilan membangun tanah kelahirannya.

DHE_8360 (640x427)

Photo by Dewi Nurcahyani

Meski gaya kepemimpinannya terlihat sederhana, tenang, tetapi tindakannya cukup memukau. Ia selalu hadir dan mendampingi rakyatnya. Seletih apa pun tubuhnya, jika ia berada di tengah rakyatnya, ia langsung merasa sehat dan bahagia. Ketika menemui tantangan ia menghadapinya dengan luwes, tetapi tetap dalam koridor. Ia tahu kapan harus sabar dan atraktif. Ia tahu kapan harus tegas, tenang, atau marah. Ia adalah pemimpin yang smart, berkarakter, dan memahami perkembangan situasi. Begitulah gaya Agus Ambo Djiwa memimpin tanah Mamuju Utara: tenang, sabar, dan fokus! ***

2 Comments

  1. Prudy says: - reply

    Help, I’ve been informed and I can’t become ignroant.

  2. Awesome blog! Do you have any helpful hints for aspiring writers?
    I’m hoping to start my own website soon but I’m a little lost on everything.
    Would you recommend starting with a free platform like WordPress or go for a paid option? There are
    so many choices out there that I’m totally confused .. Any suggestions?
    Thanks!

Leave A Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *