Mengantar Raja Ampat ke Pentas Dunia

Terlahir dari keluarga tak punya. Bahkan sejak belia sudah ditinggal orangtua. Dibesarkan dilingkungan serba kekurangan. Namun, kondisi buruk tak membuatnya terpuruk. Dialah Marcus Wanma.

Bukan kekayaan yang ia warisi dari ayahnya, melainkan harapan. “Mac, jangan kau sia-siakan hidup ini. Jejakkan kakimu di tanah kelahiranmu sebagai tanda kehadiranmu di dunia ini.”

Pesan itu terus memijar—membakar semangatnya untuk terus melewati kesulitan hidup bukan sebagai batu sandungan, melainkan batu loncatan untuk maju.

Berbekal harapan itu, ia berhasil menyelesaikan jenjang pendidikan tinggi. Hingga suatu hari dipercaya masyarakatnya menjadi Bupati Raja Ampat dalam dua kepemimpinan. Dan dalam waktu yang singkat, ia  mampu membangun kepalauan Raja Ampat sebagai daerah wisata bahari yang diperhitungkan di mata dunia internasional.

Inilah kisah anak rimba yang bergulat melawan penderitaan hidup dengan semangat pengabdian yang membara. Diselingi pergulatan iman, romantika cinta dan keluarga, kisah hidup Marcus Wanma bisa menjadi  cerita siapa saja untuk mengerti tempaan hidup, kepemimpinan, lika-liku takdir dan pertolongan Tuhan bagi hampa yang selalu bersyukur atas karuania-Nya yang terus terulur.

Penerbit: AURA Publishing|2009|192 Halaman|Ukuran: 12 x 19 cm|27.000 |