Pasangkayu adalah kabupaten“pembatas”antara Sulawesi Tengah dan Sulawesi Barat. Ia adalah wajah pertama dari sisi utara Sulawesi Barat yang berbatasan dengan wajah paling selatan Sulawesi Tengah. Sebagai kawasan “perbatasan”, Pasangkayu menjadi muara perjumpaan antara kultur Kaili dari Sulawesi Tengah dan kultur Mandar Sulawesi Barat. Kultur Kaili bisa kita temukan sepanjang pegunungan sisi timur yang berbatasan langsung dengan Donggala. Sementara itu, di sisi barat, Pasangkayu berhadapan dengan kultur maritim Mandar dengan wilayah jelajah laut Selat Makassar.

Di Pasangkayu, kultur muara antara gunung dan laut itu berwujud bahasa, upacara adat gunung dan pesisir, moda transportasi laut, dan rumah pertemuan/keluarga.

Buku ini adalah ikhtisar menempatkan Pasangkayu sebagai sebuah potensi yang tumbuh dinamis, bukan saja ekonomi, tapi juga budaya. Dinamika masyarakat dari budaya yang heterogen dari masa silam merupakan modal sosial dan kultural untuk tumbuh. Tak hanya Pasangkayu sebagai kabupaten, tapi tumbuhnya kota baru yang disumbang oleh dinamika budaya yang datang dari beragam peradaban besar suku bangsa.