Suami Babak Belur karena Sosialisasi UU KDRT

By Ayu Arman | 16/10/2017

KEJADIAN pengeroyokan oleh ibu-ibu satu kampung itu pada si bapak A itu adalah kejadian pertama yang terjadi di Raja Ampat. Sungguh ini sebuah kejadian yang menghentak kesadaran semua orang bahkan instansi pemerintahan bahwa melakukan tindak kekerasan dalam rumah tangga memang tidak boleh dilakukan oleh siapa pun.

Yang Berumah di Ketinggian Indonesia

By Ayu Arman | 30/09/2017

Kenekatan Willem membeli pesawat dengan anggaran APBD itu sebagai ikhtiarnya untuk menekan harga bahan pokok dan bangunan yang mahal. Terbukti, dengan adanya pesawat ini, harga-harga pokok di Puncak, Papua, sempat turun dan jauh lebih murah. Sayangnya, karena cuaca dan medan menuju Puncak yang terjal, pesawat ini mengalami kecelakaan. Menabrak gunung. Hancur. Dan, harga-harga di Puncak membumbung.

10 Tahun Wakatobi, 10 Top Destinasi Pariwisata Indonesia 2016

By Ayu Arman | 30/04/2016

“Surga nyata” adalah perwujudan kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat. “Bawah laut” maujud dari kemanfaatan dan kelestarian lingkungan atas potensi sumber daya laut. “Pusat Segi Tiga Karang Dunia” merupakan aktualisasi posisi geografis Wakatobi sebagai pusat segi tiga karang dunia yang memiliki keaneragaman hayati tertinggi di dunia.

Raja Ampat Menyembuhkan Lukaku, Surat untuk Sang Kekasih

By Ayu Arman | 20/01/2016

Dan setiap kali aku membelah birunya laut Raja Ampat pikiranku seketika berhenti berpikir. Pikiranku tertunduk oleh keindahannya. Di saat seperti itulah aku sering mendengar suara lirih yang muncul dalam diriku: “Ayu, hidup ini seperti ombak di laut. Kadang naik, kadang turun. Kita adalah “peselancar kehidupan” yang bermain di atas ombak kehidupan. Jadilah peselancar yang tangguh. Latihlah ketahananmu dalam menghadapi gelombak ombak  hidup yang bisa datang secara tiba-tiba.”

Ir. Agus Ambo Djiwa; Memimpin dengan SMART

By Ayu Arman | 22/09/2015

Ketika melihat masyarakatnya mengalami kesulitan, ia tak tanggung-tanggung memberikan bantuan secara moril maupun materil. Jika di tengah perjalanan ia melihat warganya dalam masalah, ia pasti menghentikan mobilnya, lalu turun untuk menemui dan memberikan bantuan kepada mereka. Rasa kasih Agus Ambo Djiwa kepada warganya sangat besar. Ia mencintai mereka seperti anak-anaknya sendiri. Ia tidak pernah mengambil jarak sedikit pun dengan rakyatnya. Ia selalu ada untuk rakyat dan rela berkorban untuk mereka.

Being a Muslim Woman in Contemporary Indonesia (Aku, Islam, dan Keberagaman)

By Ayu Arman | 13/09/2015

Untuk memahami tersebut, hal pertama yang harus diingat adalah Islam bukanlah Arab meski Islam lahir pertama di Arab. Sehingga kita bisa membedakan mana ajaran Islam sebagai doktrin keimananan dan mana budaya-budaya Arab yang melatari penurunan wahyu atau terciptanya hadis-hadis tersebut.

Being a Muslim Woman in Contemporary Indonesia (Me, Islam,and Diversity)

By Ayu Arman | 08/09/2015

To understand this, the first thing we have to remember is that Islam is not Arabic even though it was descended in the land of the Arabs. We have to be able to distinguish between the doctrine teachings of Islam and the culturally-based teachings of Islam. We have to understand what the reasons of the revelation of a hadiths are.

“Cry Jailolo” Indonesia Menari

By Ayu Arman | 25/05/2015

Kadang mereka diam dengan kaki (ekor) yang terus berkibasan; kadang mereka merentangkan tangan serupa ikan terbang untuk melihat dunia dari atas air. Mungkin berdoa. Atau bisa pula mengadu aduh kepada burung Bidadari yang juga kian langka. Kadang pula tubuh-tubuh itu, setelah tahu tiada lagi yang tersisa, TIADA LAGI YANG TERSISA, bergerak berderak-derak seperti sedang mengekspresikan kemarahan dalam dunia bawah laut yang gelap.

Festival Teluk Jailolo

By Ayu Arman | 12/05/2015

Ada yang berubah sejak Festival Teluk jailolo digelar sejak 2009. Kalau sebutan “Spice Island” sejak abad 16 dan 17 merujuk pada landscape culture, maka Festival Teluk Jailolo merujuk pada kelahiran mindscape culture. Landscape bersandar pada pertanian, perkebunan, dan perikanan; sementara mindscape bertumpu pada industri pikiran dan kreativitas seperti pariwisata dan ekonomi jasa, antara lain hunian (hotel dan homestay), transportasi (kota dan antarpulau), maupun kuliner (restoran dan warung makan).

“Sasadu On The Sea”

By Ayu Arman | 05/05/2015

Walau sederhana, setiap kelahiran disambut dengan kemeriahan dan sekaligus memperbaja semangat menghadapi dunia luar yang keras. Atraksi “bambu gila” dengan menari di atas papan yang diguncang-guncang ”gelombang” menjadi representasi laki-laki keras-hati mengarungi hidup yang menantang.