Ayu Arman | 2020-06-02 09:24

 

1 Juni.
Sebuah penanda waktu.
Waktu sejarah ditetapkannya hari lahir Pancasila.
Dasar ideologi dan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia

Pancasila adalah lima asas. Lima dasar. Lima Prinsip.

Percaya pada Tuhan,
Kemanusiaan,
Nasionalisme,
Demokrasi,
Keadilan Sosial

Itulah platform kita.
Itulah pandangan hidup sekaligus gaya hidup kita.
Itulah bintang penuntun kita dalam berbangsa dan bernegara.

Pancasila merupakan ide yang digali dari peradaban dan kebudayaan bangsa Indonesia. Seperti yang dikatakan bung Karno dalam pidatonya; “Aku bukan pencipta Pancasila. Pancasila diciptakan oleh bangsa Indonesia sendiri. Aku hanya menggali Pancasila dari buminya bangsa Indonesia. Pancasila terbenam di dalam bumi bangsa Indonesia 350 tahun lamanya. Aku gali kembali dan aku persembahkan Pancasila ini di atas persada bangsa Indonesia.”

Pidato Bung Karno itu menunjukkan.
Nusantara, bumi yang kita jejaki ini, telah memiliki sejarah panjang, yang pernah melahirkan peradaban-peradaban besar. Nenek moyang bangsa kita adalah manusia-manusia yang memiliki nilai-nilai luhur dan spiritual yang mampu mengakomodasi keberagaman.

Sila-sila di dalam Pancasila itu saling terkait.
Urutan pencapaian dalam kehidupan bernegara

Bangunan politik Pancasila tidak bisa terbangun kecuali kita terlebih dahulu membangun budaya Pancasila.

Pancasila telah memberikan pedoman yang segala dan gamblang. Kita hanya perlu menjalankannya dengan konsisten.

Dan jika lima sila itu diperas menjadi satu, Bung Karno meremasnya dalam satu perkataan “gotong royong”. Gotong Royong adalah akar dari Pancasila. Sebuah sikap, cara, sekaligus tujuan dalam hidup bersama.

Dalam menghadapi Bersama-sama pandemik ini, pemerintah HARUS menjalankan tata kelola kebijakan yang baik sehingga meningkatkan rasa percaya kepada masyarakat. Sementara budaya warga asli Indonesia yaitu gotong royong bersatu dalam kemajemukan harus diyakini dan menjadi laku lampah masyarakat Indonesia.

Di hari Pancasila ini, mari kita menyegarkan kembali kesadaran kita terhadap makna agung dari Pancasila. Jangan sampai kita ini MERASA sudah menerapkan Pancasila. Tapi, pada kenyataannya, lima sila itu belum menjadi darah daging bangsa. Belum menjadi api yang menyala di dalam sanubari kita sebagai warga Indonesia.

Di hari Pancasila ini, mari kita gelorakan Pancasila. Yang tidak hanya sebatas pengetahuan memori kolektif tapi juga menjadi laku kesadaran yang menyala di dalam sanubari, memenuhi pikiran, dan menuntun tindakan nyata.

Jiwa Pancasila hanya muncul lewat mentradisikan spiritualitas yang membawa kemurnian jiwa.
Pancasila adalah spiritualitas kehidupan bangsa Indonesia.
Nilai-nilainya menjadi kekuatan dalam proses menjadi Indonesia.

Kita yakin bersama bahwa kita bisa hidup berdampingan dengan damai dalam tatanan normal baru.

Selamat Hari Pancasila!
Kita Indonesia, Kita Pancasila.

Salam Pancasila

1 Juni 2020